| |
Dinukil dari Imam yang zuhud, ahli ibadah dan wara' bernama Sufyan Ats-Tsauri dari wasiat-wasiat, nasihat dan kalimat yang penuh hikmah yang bertebaran dalam kitab-kitab Thabaqat, biografi para ulama dlan kitab-kitab berharga lainnya. Seluruh apa yang beliau nasihatkan begitu berharga, memancar di dalamnya ruh yang khusyu' dan bercahaya. Di antara nasihat yang paling berharga dari Sufyan Ats-Tsauri adalah wasiat yang beliau tulis untuk sebagian saudara beliau, yang meminta nasihat dan wejangan dari beliau. Di antaranya tertulis: Janganlah engkau mengambil ilmu agama melainkan kepada orang yang sangat cinta kepada agamanya, karena perumpamaan orang yang tidak mencintai agamanya bagaikan dokter yang sakit dan tidak mampu mengobati penyakit pada dirinya. Bagaimana mungkin ia akan mengobati orang lain dan menasihatinya? Wahai saudaraku, sesungguhnya Islam adalah darah dagingmu, tangisilah dirimu dan sayangilah ia, jika kamu tidak menyayangi maka tidak akan disayang. Hendaknya yang menjadi temanmu adalah orang yang mengajakmu berzuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Perbanyaklah mengingat mati, perbanyaklah memohon ampun atas dosa-dosamu yang telah lalu dan mohonlah keselamatan kepada Allah dalam menjalani sisa-sisa umurmu. Imam Ats-Tsaury telah menjelaskan bahwasanya mempelajari Islam pada selain ahli wara' dan taqwa merupakan pengkhianatan terhadap diri sendiri, mampukah seorang dokter yang tak mampu mengobati dirinya sendiri dia akan dapat mengobati orang lain? Betapa tepatnya perumpamaan Imam ini tentang agama sebagaimana darah dan daging, karena agama yang benar adalah ruh manusia dan intinya, maka apabila agama ini lenyap seakan-akan bukan dikatakan sebagai manusia lagi. Sebagaimana jika manusia telah hilang darah dan dagingnya, dapatkah ia disebut sebagai manusia? Sesungguhnya orang-orang yang menyeru kaum muslimin hari ini untuk mengikuti ajaran sekulerisme, mereka telah mendudukkan sampah ke derajat agama, menipu kaum muslimin bahwa mereka mampu hidup tanpa Islam dan mengambil sesuatu yang bertentangan dengan Islam. Akan tetapi nasihat Sufyan Ats-Tsaury sebagai sanggahan terhadap pemikiran atheis yang meremehkan pengaruh Islam dalam kehidupan manusia. Apakah yang dilakukan oleh seoarang muslim bila telah meyakini bahwa agamanya adalah dasar yang menjadikan dia ada dan inti dari hidupnya? (tentulah ia akan berkata): Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama meyerahkan diri (kepada Allah) (Al-An'am: 162-163) Sesungguhnya kemuliaan umat Islam akan terwujud manakala ada orang-orang yang yakin bahwa Islam adalah darah dan dagingnya bahkan manakah yang lebih berharga antara darah dan daging dengan ruh dan jiwa? Sekali-kali umat Islam ini tidak akan kembali berjaya, tegak, berkuasa dengan lurus bagi manusia melainkan jika mereka kembali mengambil pelajaran sebagaimana yang dikatakan oleh Imam ini, menguatkan ikatannya terhadap Islam dan meletakkannya pada tempat yang semestinya dalam rangka membina pribadi dan mengatur masyarakat. Sungguh sangat mengherankan orang-orang yang terkena fitnah dan provokasi dari orang yang merendahkan martabat Islam, melecehkan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. Mereka tak lebih dari para pembeo orang-orang atheis yang tidak pernah merasakan lezatnya iman dan ketenangan dengan hidayah Islam. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang sesat yang ingin menyebarkan kesesatan tersebut kepada setiap hati. So" bagi kawan- kawan ku semua tanamkanlah Islam dalam hati kalian yang paling dalam pegang yang erat dengan jiwa ragamu dan aqidah yang kuat agar kita semua selamat dari segala perbuatan yang akan menjatuhkan harga diri kita dan selalu tetap lurus dalam naungan Al-qur'an dan Al- hadist yang shahih juga ijma para sahabat |
Selasa, 10 Maret 2009
Islam is My Life
Senin, 09 Maret 2009
Menjalin Hubungan Kekeluargaan
Silahturrahim
Fenomena putusnya hubungan kekeluargaan merupakan kenyataan yang sudah menyeruak di masyarakat kaum muslimin. Fakta di lapangan membuktikan hal itu, tidak sedikit dari kaum muslimin yang tidak mengenal keluarganya sendiri.Bahkan orang tuannya pun tidak diakui hanya karena dia miskin. Di lain pihak, ada orang yang menyambung hubungan kekeluargaan jika ada maunya, mengejar keuntungan dunia. Jika telah mendapatkan yang diinginkannya,hubungan pun lenyap tak berbekas.
Namun tidak di pungkiri pula, dibalik fenomena itu, masih ada sebagian orang yang tetap tegar mempertahankan norma - norma agama mulia ini. Salah satunya adalah dalam masalah menyambung tali silahturrahim dan disini ana akan mengulas mengenai Silahturrahim sebagai penghibur dan kabar gembira bagi orang - orang yang tetap konsisten menyambung tali silahturrahim dan peringatan serata nasihat bagi orang yang meremehkan dan memutuskan tali silahturrahim. Allohu Muwaffiq.
Definisi Silahturrahim
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, " kalimat Rahim dengan memfathah huruf ( Raa ) dan mengakasrahkan huruf Ha, secara umum untuk saudara dekat. Mereka adalah orang - orang yang mempunyai hubungan nasab, baik mewarisi maupun tidak, mahram maupun bukan mahram." ( Fathul Bahri 10/508 )
Sedangkan secara istilah syar'i para ulama mendefinisikannya dengan ungakapan yang beragam yang hampir sama. Berikut sebagian perkataan mereka.
Imam Ibnu Katsir mengatakan, " Silahturrahim adalah berbuat baik kepada kerabat dekat, di dalam berkata, dan memberikan harata. Sungguh telah datang Hadist yang Shahih dan hasan dari Rasulullah SAW dari jalan yang sangat banyak" ( Tafsir Ibnu Katsir 4/161).
Imam Ibnu Katsir berkata, " Silahturrahim adalah ungkapan berbuat baik kepada kerabar dekar dari orang - orang yang masih mempunyai hubungan nasab dan pernikahan. Mencintai, Berlaku lembut, dan memperhatikan keadaan mereka, sekalipun mereka itu jauh dan berbuat jahat. Sedangkan memutus tali persaudaraan adalah lawan dari hali itu." An- Nihayah 5/191 ).
Hukum Silahturrahim
Wajib bagi setiap insan yang beriman untuk menjalin silahturrahim kepada orang - orang yang masih mempunyai ikatan rahim kepadanya. Terlebih bagi kepada kedua orang tuanya sendiri. Hal ini sangat diperintahkan oleh Allah di dalam kitabnya yang mulia, dan didukung oleh hadist - hadist yang sangat banyak dari Rasulullah SAW. Berikut ini dalil yang menunjukan wahibnya menyambung tali silahturrahim. Allah Berfirman dalam ( QS. an-nisa : 1 )
" Dan bertakawalah kepada Allah yang dengan menggunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silahturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
Demikian pula Rasulullah SAW pernah bersabda :
" Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklahia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung tali silahturrahim. ( HR. Bukhari 6138).
Keutamaan Silahturrahim
- Melaksanakan Perintah Allah
- Bukti Keimanan Kepada Allah
- Diluaskan Rizkinya " Ditegaskan dalam hadist yang berbunyi" Dari Anas bin Malik Bahwasanya Rasulullah bersabda, " Barangsiapa senang diluaskan Rizkinya dan ditunda ajalnya, maka hendaklah ia menyambung tali silahaturrahim. (HR. Bukhari 5986, Muslim 2557 ).
- Terjalin Hubungan dengan Allah SWT
- Sebab Masuk Surga
- Mendapat Pertolongan Allah
- Amalan yang Paling Dicint
- Mendatangkan Kecintaan
Haramnya Memutuskan Silahturrahim
Memutuskan tali silahturrahim haram, termasuk dosa besar. Dalil - dalil dalam amslaah ini sangat banyak. Cukuplah sebagai peringatan keras terhadap orang yang memutuskan tali silahturrahim Firman Allah yang berbunyi.
" Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat keruskaan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? mereka itulah orang- orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. ( QS. Muhammad: 22-23 ).
Demikian pula Rasulullah SAW mengancam dengan ancaman yang tegs bagi orang yang memutus tali silahturrahim bahwa ia tidak akan masuk Surga-Nya. Rasulullah bersabda:
" tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silahturrahim. ( HR. Bukhari 5984, muslim 2556 )."
Kiat Merajut Tali Silahturrahim
- Memohon Pertolongan Kepada Allah
- Mawas Diri dari Memutus Silahturahim
- Membalas Kejelekan dengan Kebaikan
- Berlapang Dada Menerima Kesalahan
- Melupkan segala Kesalahan
- Memberikan Hadiah
- Menjalin Hubungan karena Allah
Maka Bersegeralah wahai hamba yang bertaqwa - Semoga Allah SWT memberi taufiq kepadamu untuk berlomba - lomba dalam kebajikan, berupa menyambung silahturrahim kepada orang - orang yang menyesal di kemudian hari dengan mendapat laknat dan kehinaan dari Allah
( sumber majalah Al- furqon )